Tim Gegana Ledakkan Boneka, Bukan Bom Polisi memastikan paket barang yang dikirim ke Pasar Minggu itu bukan bom.

Petugas memeriksa lokasi kejadian

Paket yang diduga berisi bom yang dikirim ke rumah Jalan Samali Ujung Nomor 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Maret 2011  ternyata bukan bom. Bungkusan itu hanya berisi boneka dari Toko Mainan Indonesia.

“Tim Gegana telah memastikan tidak ada bahan peledak di sana,” kata Kepala Polisi Sektor Pasar Minggu, Komisaris Sunarto.

Sebelum boneka diledakkan dan dipastikan bukan bom oleh Gegana, Sunarto mengungkapkan bahwa dalam boneka memang terdapat rangkaian kabel. Kabel boneka elektronik inilah yang semula menguatkan kecurigaan warga bahwa itu memang rangkaian bom.


Paket ini sempat menggemparkan warga sekitar. Orang yang mengirim paket menitipkan barang ke tetangga rumah Nomor 18 karena pemiliknya sedang pergi. Setelah itu, dia curiga karena teringat adanya pemberitaan di media massa mengenai pengiriman paket bom. Tak lama kemudian melapor ke kantor polisi.

Tak hanya di Pasar Minggu, ketakutan terhadap kiriman paket barang juga terjadi di berbagai tempat sepanjang hari ini. Di antaranya, Rektor Universitas Muhammadiyah, Dr Masyitoh Chusnan.  Karena Masyitoh tidak kenal dengan pengirimnya, dia langsung mengontak polisi untuk memastikan isi paket itu. Setelah dicek tim Gegana, ternyata isinya hanya berupa kertas.
Tak hanya di Ibukota Negara, kasus serupa juga terjadi di Bandung, Tangerang, dan Bali
Ketakutan warga terhadap kiriman barang meningkat setelah kasus bom buku yang ditujukan kepada Ulil Abshar Abdalla, Gories Merre, Japto S Soerjosoemarno, dan musisi Ahmad Dani baru-baru ini.
Buat lebih berguna, kongsi:
close
CLOSE [X]