Ahmadinejad: Osama Tawanan AS
Pembunuhannya adalah cara untuk meningkatkan popularitas Obama untuk pemilu berikutnya.
Senin, 16 Mei 2011, 12:35 WIB
Denny Armandhanu
Mahmoud Ahmadinejad (AP Photo/Vahid Salemi)

VIVAnews - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengatakan bahwa Osama bin Laden sebenarnya telah menjadi tawanan Amerika Serikat (AS) sebelum dia dibunuh. Dia juga mengatakan pembunuhan tersebut syarat akan kepentingan politis.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ahmadinejad pada sebuah siaran langsung di televisi pemerintah, Minggu, 15 Mei 2011, dilansir dari harian Tehran Times. Dia bahkan mengatakan bahwa pemerintah Iran mempunyai bukti Osama adalah tawanan AS sejak lama. Ketika terbunuh pun, ujarnya, Osama masih dalam penahanan AS.

"Tolong dengarkan ini. Ini penting. Dia ditahan AS selama beberapa lama. Mereka (AS) membuatnya sakit dan ketika dia sakit, dia dibunuh," ujar Ahmadinejad.
Ahmadinejad mengatakan bahwa pembunuhan Osama bin Laden dan pengumuman kematiannya oleh Presiden AS, Barack Obama, adalah sebuah cara untuk mencapai keuntungan politis. Terutama dalam hal ini, tambah dia, untuk mencari popularitas bagi Obama untuk pemilihan presiden selanjutnya.
"Dengan kata lain, mereka membunuh Osama hanya untuk pemilu Obama dan sekarang mereka mencari penggantinya," ujar Ahmadinejad tanpa merinci lebih lanjut.
Hal serupa, ujarnya, juga pernah dilakukan oleh mantan Presiden AS George W Bush saat dia menjabat sebelum Obama. Ahmadinejad mengatakan bahwa Bush kala itu menggunakan taktik menyerang Timur Tengah untuk menyelamatkan perekonomian negaranya dan memenangkan pemilu.
"Dia (Bush) membunuh jutaan orang dan penerusnya (Obama) juga akan melakukan hal yang sama," ujar Ahmadinejad.
Osama bin Laden dibunuh oleh pasukan khusus AS di kediamannya di kota Abbottabad, Pakistan, pada 2 Mei lalu. Pada 4 Mei, Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi, menyatakan kecurigaannya atas kematian Osama yang menurutnya janggal.
"Amerika mengatakan telah membuang tubuhnya di laut. Kenapa mereka tidak membiarkan tim independen untuk memeriksa tubuhnya untuk membuktikan itu Osama atau bukan?" ujar Vahidi kala itu.

• VIVAnews
Buat lebih berguna, kongsi:
close
CLOSE [X]